TRANSLITERASI TERJEMAH AL-QUR'AN BERBAHASA MADURA KE DALAM AKSARA CARAKAN MADURA JUZ_1-10

TRANSLITERASI TERJEMAH AL-QUR'AN BERBAHASA MADURA KE DALAM AKSARA CARAKAN MADURA JUZ_1-10

 

Yayasan Pakem Maddhu memuliakan Al-Qur'an melalui Trasliterasi Terjemahan Al-Qur'an ke dalam Aksara Carakan Madura

        Transliterasi terjemah Al-Qur’an berbahasa Madura ke dalam Aksara Carakan Madura Juz 1 sampai dengan Juz 10 merupakan salah satu bentuk ikhtiar ilmiah dan kultural dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan upaya pelestarian aksara tradisional Madura. Kegiatan ini dilakukan oleh TIM Yayasan Pakem Maddhu bekerjasama dengan UIN Madura sejak tahun 2024 sampai 2027 dengan mengalihkan teks terjemahan Al-Qur’an yang semula ditulis menggunakan huruf Latin berbahasa Madura ke dalam Aksara Carakan Madura secara sistematis, cermat, dan konsisten. Proses transliterasi tidak hanya menekankan kesesuaian bentuk grafem, tetapi juga memperhatikan karakteristik fonologis bahasa Madura, seperti penggunaan vokal khas, konsonan aspiratif, bunyi retrofleks, serta unsur kebahasaan lain yang memerlukan ketepatan dalam penulisan Carakan Madura. Dengan demikian, hasil transliterasi diharapkan tetap merepresentasikan bunyi dan makna bahasa Madura tanpa mengurangi pesan yang terkandung dalam terjemahan Al-Qur’an.
        Pelaksanaan transliterasi Juz 1 sampai dengan Juz 10 dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi teks sumber berbahasa Madura, pemenggalan unsur bahasa, penentuan padanan aksara, penulisan dalam Carakan Madura, hingga pemeriksaan kembali ketepatan hasil transliterasi. Setiap kata, frasa, dan kalimat perlu ditelaah berdasarkan kaidah penulisan aksara Carakan, termasuk penggunaan aksara dasar, pasangan, sandhangan, tanda vokal, tanda baca, serta bentuk-bentuk khusus yang diperlukan. Dalam proses tersebut, konsistensi antara sistem ejaan bahasa Madura Latin dan sistem grafis Carakan Madura menjadi perhatian utama agar teks yang dihasilkan dapat dibaca dengan baik oleh masyarakat yang memahami aksara tersebut. Oleh karena itu, transliterasi ini tidak sekadar menjadi kegiatan alih aksara, tetapi sekaligus menjadi proses standardisasi dan dokumentasi penggunaan Carakan Madura dalam teks keagamaan.
        Hasil transliterasi terjemah Al-Qur’an berbahasa Madura Juz 1 sampai dengan Juz 10 memiliki nilai strategis dalam bidang pendidikan, kebudayaan, keagamaan, dan pengembangan literasi daerah. Kehadirannya dapat menjadi media pembelajaran Aksara Carakan Madura bagi generasi muda sekaligus memperluas ranah penggunaan aksara tradisional tersebut ke dalam literatur keislaman. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya revitalisasi, pemertahanan, dan pewarisan Carakan Madura di tengah perkembangan teknologi dan dominasi aksara Latin. Melalui transliterasi ini, bahasa Madura dan Aksara Carakan Madura tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya masa lalu, tetapi dikembangkan sebagai sistem literasi yang hidup, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Madura masa kini serta generasi yang akan datang.